Manado – Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) IAIN Manado menggelar Workshop Ekoteologi Sejarah di Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah Alkhairat Manado, tahun 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat yang bertujuan memperkuat pemahaman siswa madrasah tentang hubungan antara sejarah Islam, nilai keagamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui workshop ini, Prodi SPI mengajak siswa melihat pelajaran sejarah dengan cara yang berbeda. Sejarah tidak hanya dipelajari sebagai rangkaian peristiwa masa lalu, tetapi juga sebagai sumber nilai dan inspirasi untuk menghadapi persoalan lingkungan yang terjadi saat ini. Pendekatan ekoteologi sejarah digunakan untuk menunjukkan bahwa menjaga alam merupakan bagian dari ajaran Islam dan telah dipraktikkan dalam sejarah peradaban Muslim.
Selama kegiatan berlangsung, siswa terlibat aktif dalam diskusi dan sesi tanya jawab. Mereka diajak mengenal contoh-contoh pengelolaan lingkungan dalam sejarah Islam, seperti sistem irigasi pada masa Dinasti Abbasiyah dan tata kelola air di Andalusia. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan disesuaikan dengan konteks kehidupan sehari-hari siswa, sehingga mudah dipahami dan terasa dekat.
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab keimanan. Siswa mulai menyadari bahwa ajaran Islam dan pelajaran sejarah yang mereka pelajari di kelas memiliki kaitan langsung dengan sikap menjaga kebersihan, merawat lingkungan sekolah, dan menghargai alam sekitar.
Selain itu, workshop ini juga mendorong siswa untuk lebih aktif dan kritis dalam pembelajaran sejarah. Banyak siswa yang mampu mengaitkan kisah sejarah dengan kondisi lingkungan di sekitar madrasah. Pihak madrasah menyambut positif kegiatan ini karena dinilai membantu menumbuhkan kesadaran ekologis siswa sekaligus membuat pembelajaran sejarah menjadi lebih hidup dan bermakna.
Melalui kegiatan pengabdian ini, Prodi Sejarah Peradaban Islam IAIN Manado berharap nilai-nilai kepedulian lingkungan yang diperoleh siswa dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di madrasah maupun di lingkungan keluarga dan masyarakat.

